Ayo!!! Maju Petani Indonesia
Sungguh mengherankan, Indonesia yang terkenal dengan sebutan Negara Agraris justru pada produk produk pertanian tertentu masih menggantungkan pemenuhan kebutuhannya pada negara-negara lain. Dan lebih mengherankan lagi, beberapa jenis sayuran yang tumbuh subur di negara kita ini justru diimpor dari luar negeri seperti bayam, kubis, sawi, seledri, cabai, kacang panjang dan banyak jenis lainnya.
Badan Pusat Statistk (BPS) melaporkan bahwa dalam tujuh tahun terakhir impor produk holtikultura terus miningkat, angakanya terus membengkak, dan sebaliknya, dalam jangka waktu yang sama ekspor produk holtikultura terus menurun. Data impor menunjukkan bahwa pada tahun 2005 volume impor sebesar 0,89 juta ton dan pada tahun 2011 angkanya mencapai 1,79 juta ton atau naik sebesar0,90 juta ton. Sementara data ekspor menunjukkan bahwa pada tahun 2005 indonesia sudah mampu ekspor sebesar 0,42 juta ton dan pada tahun2011 turun menjadi 0,36 juta ton atau menurun sebesar 0,06 juta ton.
Sementara itu, potensi ekspor produk-produk hasil pertanian terbuka lebar untuk dimasuki. Beberapa negara yang membutuhkan hasil produk holtikultura diantaranya adalah China yang membutuhkan salak, Korea Selatan Membutuhkan buah nanas dan pisang, Singapura membutuhkan produk pangan segar termasuk sayur sayuran, Jepang juga membutuhkan pasokan nanas dan pisang, serta beberapa negara di Timur Tengah, Amerika dan Australia.
Kendala utama yang dihadapai Indonesia terkait impor produk hasil pertanian adalah terikatnya Indonesia pada perjanjian perdagangan bebas (FTA). Dalam hal perdagangan bebas ini peran pemerintah sangat mempengaruhi dan diharapkan mampu membentengi petani indonesia agar supaya impor produk pertanian bisa dikendalikan, dan ketergantungan kita pada produk holtikultura Impor tidak semakin meningkat, yang pada akhirnya akan memperkuat posisi produk hasil pertanian dalam negeri.
Kendala utama yang dihadapi petani Indonesia terkait ekspor adalah bagaimana menghasilkan produk-produk pertanian yang berkualitas yaitu yang sesuai dengan standar yang ditetapkan negara tujuan ekspor. Peningkatan daya saing produk holtikultura lokal mutlak harus segera dilakukan. Pola budidaya harus terstandar, pelaku usaha pertanian dituntut untuk segera menerapkan sistem GAP (Good Agriculture Practices) atau budidaya yang baik dan benar sesuai standar. Dengan penerapan GAP tersebut, aturan ketat terkait keamanan pangan yang ditetapkan oleh negara tujuan ekspor dapat kita penuhi sehingga harapan kedepannya adalah keterpurukan hasil produk pertanian holtikultura selama ini bisa kita perbaiki segera dan peluang ekspor yang terbuka lebar dapat kita masuki.
Amistartop 325 SC
Kemasan 100 ml, harga : Rp. 70.000,-
MAKSIMALKAN HASIL PANEN PADI DAN GABAH LEBIH BERNAS DENGAN AMISTARTOP 325 SC
Keuntungan menggunakan Amistartop pada tanaman bawang adalah sangat ampuh membasmi ulat tanaman bawang
Keuntungan menggunakan Amistartop 325 SC pada padi adalah
- Padi lebih bernas
- Meningkatkan bobot butir
- Meningkatkan kualitas gabah
- Meningkatkan hasil panen
- Warna gabah lebih mengkilap
Dosis penyemprotan adalah 300 ml/ha per satu kali penyemprotan atau
satu tutup botol amistartop untuk satu tangki penyemprotan ukuran 14 liter
Waktu Penyemprotan dilakukan 1 sampai dengan 2 kali pada saat padi berumur 70-80 HST atau pada masa pematangan
Bibit Timun Panah Merah
ukuran small (kecil) atau kemasan isi 500 butir harga : Rp. 15.000,-
ukuran 1/2 kg harga Rp. 90.000,-
Panen saat usia tanaman sudah mencapai 34 hari
Potensi panen 60-70 ton per hektar
ukuran buah 20 cm x 20,5 cm
tahan hama penyakit ZYMV, downey mildew, gummy steam blight
Gramoxone – Syngenta
Bahan Aktif : parakuat diklorida 276 g/l.
(setara dengan ion parakuat : 200 g/l)
Ukuran 250 ml – Harga : Rp. 23.000,- (dua puluh tiga ribu rupiah)
Ukuran 500 ml – Harga : Rp. 40.000,- (empat puluh ribu rupiah)
Ukuran 1.000 ml atau 1 liter – Harga : Rp. 55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah)
Herbisida kontak purna tumbuh, kontak non selektif yang bekerja cepat untuk mengendalikan berbagai jenis gulma pada tanaman perkebunan, pertanian dan sayuran.
Cengkeh, Kakao : gulma berdaun lebar Ageratum conyzoides dll, gulma Kapas, jeruk, karet berdaun sempit Drymaria villosa
kelapa sawit, kelapa hibrida kopi, lada, padi pasang, surut rosella tebu, teh dan ubi kayu
Jagung (TOT) : gulma berdaun sempit Digitaria cyliaris, teki Cyperus rotundus
Jagung : gulma berdaun lebar Cleome asvera, gulma berdaun sempit Axonopus compressus
Kelapa Sawit (TM) : anakan sawit liar
Mangga : gulma berdaun lebar Scoparia dulcis, gulma berdaun sempit Axonopus compressus
Melon : gulma berdaun lebar Cleome asvera, gulma berdaun sempit Echinochloa colona
Pisang : gulma berdaun sempit Ottochloa nodosa
Hutan tanaman industri Acacia mangium : gulma berdaun lebar Lantana camara, gulma berdaun sempit Ottochloa nodosa
Hutan tanaman industri : gulma berdaun lebar Mikania micrantha, gulma berdaun sempit Ottochloa nodosa
Lahan tanpa tanaman : gulma berdaun sempit Ottochloa nodosa
Cara Menanam Cabe Rawit
Ada dua jenis tanaman cabe yang biasa kita kenal yaitu cabe besar dan cabe kecil atau cabe rawit atau cabe cengek atau cabai hias. Pada pembahasan kali ini kita akan mengupas lebih detail cara menanam cabe rawit. Cabe rawit atau cabe jemprit ini buahnya kecil dan pendek, pada umumnya saat masih muda warnanya hijau dan setelah tua menjadi merah. Syarat agar tanaman cabe dapat tumbuh baik adalah ditanam diatas tanah yang gembur, bersarang, kisaran PH tanah adalah 5-6, dan suhu udara berkisar antara 25-30 derajat selsius.
Cara Mananam Cabe Rawit
Cabe rawit dapat dikembangbiakkan dengan cara menyemaikan terlebih dahulu biji cabe yang diambil dari cabe rawit besar yang berwarna merah. Tanah yang digunakan untuk persemaian sebaiknyadicampur dengan pupuk kandang, hal ini agar bibit yang dihasilkan cepat besar. Bibit akan mulai tumbuh setelah 4-7 hari sejak disemaikan.















